Cari Blog Ini

Minggu, 21 November 2010

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (11)

91/303: Isa melihat seorang laki-laki dan bertanya kepadanya: "Apa yang kau lakukan?" "Aku menyerahkan diri [sepenuhnya] pada Allah," jawab si laki-laki. Isa bertanya: "Siapa yang mengurusi [hidup-]mu?" "Saudara laki-lakiku," jawab dia. Isa berkata: "Saudaramu itu lebih berserah diri pada Allah dibandingkan kamu."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 1:327.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 2:371;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 2:64;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 249.

92/303: Almasih berkata: "Hai para musafir di malam hari, sampai kapankah kalian akan memberi petunjuk jalan, sementara kalian sendiri berada di belakang orang yang tersesat? Sebuah ilmu yang sedikit saja sudah cukup [bagi kalian], tetapi amal kalianlah harus berlimpah."
Keterangan:

Kritik atas kemunafikan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:127.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 219.

93/303: Almasih berkata: "Allah paling membenci ulama yang suka memfitnah orang lain, yang senang mendapat tempat kehormatan di sebuah pertemuan, yang senang diundang ke perayaan dan menerima sekarung makanan. Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, orang-orang seperti itu telah mendapat pahala mereka di dunia ini, dan Allah di hari kiamat nanti akan melipatgandakan siksaan mereka."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:127.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida.

Catatan:

Terlepas dari sejauh mana keshahihan ucapan di atas, menarik untuk dicatat bahwa temanya masih aktual sampai sekarang. Lihat juga ucapan nomer 94 berikut ini.

94/303: "Di akhir zaman akan ada ulama-ulama: - yang menyeru orang lain untuk zuhud, tapi mereka sendiri tidak zuhud, - yang menyuruh orang lain untuk merindukan akhirat, tetapi mereka sendiri tidak menantikannya, - yang melarang orang untuk mendekati penguasa, tetapi mereka sendiri tidak bisa menahan diri untuk mendekati orang-orang kaya serta berpaling dari kaum miskin, - yang mejauhi rakyat biasa dan menjilati orang-orang berkuasa. Merekalah orang-orang yang zhalim dan musuh Allah Yang Maha Pengasih."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:129-130.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 2:227.

Catatan:

Ucapan yang temanya masih aktual sampai sekarang ini oleh Ibn Qutaiba disebutkan sebagai ucapan seorang dari penerus generasi salafi --Ibn Qutaiba meiwayakanya dengan "Qala ba'd al-salaf", sementara menururt Ibn 'Abd Rabbihi ini adalah ucapan Isa as. Wallahu 'alam.

95/303: Isa berkata: "Barang siapa berbicara tanpa mengingat Allah, gagaplah dia sebenarnya. Barang siapa berpikir tanpa mengingatkan diri, tak waspadalah dia sebenarnya. Barang siapa diam tanpa berpikir, menghamburkan waktulah dia sebenarnya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:178.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu al-Laits Nashr bin Muhammad) Al-Samarqandi (... - 373 H), Tanbih al-Ghafilin [lebih panjang].

96/303: "Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, orang yang mengucapkan hal-hal bijak, dan orang yang mendengarkannya, termasuk satu golongan; dan orang yang mempraktekkan kebijakan, jauh lebih tepat lagi disebut sebagai orang bijak. Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, apabila kalian menemukan sebuah lampu minyak di malam hari, kalian akan menggunakan cahayanya, meskipun minyaknya bau. Dan karenanya kalian harus mengambil hal-hal bijak dari setiap orang yang memilikinya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Mukhtasar Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi [sebagian].

97/303: Isa berkata kepada para pengikutnya: "Kalau kalian benar-benar saudara dan sahabatku, terbiasalah pada permusuhan dan kebencian manusia. Karena kalian hanya akan mendapatkan apa yang kalian cari, jika kalian merelakan apa yang kalian inginkan. Kalian hanya akan memiliki apa yang kalian cintai, jika kalian [bisa] menerima apa yang kalian benci."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:104;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 207.

98/303: "Berbahagialah orang yang melihat dengan hati, tetapi hatinya tidak berada pada apa yang dia lihat."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268.

99/303: Almasih berkata: "Dunia itu seperti sebuah jembatan: berjalanlah di atasnya, tetapi jangan membangun apa-apa di atasnya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:328.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu al-'Abbas Muhammad bin Yazid) Al-Mubarrad (... - 285 H), Al-Kamil, 1:98;
* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:173 [dengan sedikit variasi];
* (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:128;
* (Muhammad Murtadha bin Muhammad al-Husaini) Al-Zabidi (... - 1205 H), Ithaf al-Sada al-Muttaqin bi Syarh Asrar Ihya' 'Ulum al-Din, 9:332 [versi lebih panjang].

Catatan:

1. Ucapan ini termasuk yang paling terkenal di antara umat Islam; ucapan ini menghiasi sebuah portal di jazirah Hindia.
2. Al-Mubarrad, yang hidup sezaman dengan Ibn Qutaiba, menyebutkan bahwa perkataan di atas diucapkan oleh Hasan al-Basri, bukan Isa.

100/303: Almasih berjalan melewati sekelompok orang yang mengeluarkan ejekan untuknya, dan ia menjawabnya dengan doa-doa kebaikan. Berikutnya ia pergi melewati sekelompok orang lain yang juga mengejeknya, dan ia menjawabnya seperti sebelumnya. Seorang dari murid-muridnya bertanya: "Bagaimana mungkin engkau makin mendoakan orang-orang yang makin mengejekmu? Ini seperti seolah-olah engkau menantang mereka?" Almasih menjawab: "Seorang manusia hanya bisa mengeluarkan apa yang ada di dalam dirinya."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:370.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 2:276;
* (Muhammad bin al-Walid bin Abi Randaqa) Al-Turtusyi (... - 520 H), Siraj al-Muluk;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:175.

Catatan:

Lihat juga "Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literature" nomer 80.

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html

Posting by Mohammad Nurdin

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (10)

81/303: Isa terlihat meninggalkan rumah seorang pelacur. [Orang bertanya:] "Ruhullah, apa yang kau lakukan di rumah perempuan ini?" "Yang sakitlah yang dikunjungi dokter," jawab Isa.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:140.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:370.

Catatan:

Bandingkan juga Matius 9:12.

82/303: Isa berkata: "Dunia adalah hartanya setan, dan manusia adalah para pengolahnya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:140-141.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:143.

83/303: Isa berkata: "Celakalah kalian budak dunia ini! Kelakuan kalian sangat bertentangan dengan kaidah kalian, tuntutan kalian [sangat bertentangan] dengan akal kalian. Ucapan kalian adalah ramuan yang mengobati penyakit, tetapi amal kalian adalah penyakit yang tak mungkin terobati. Kalian tidak seperti ranting pohon anggur yang mempunyai daun-daun halus, buah yang lezat, dan mudah didapat; kalian sebenarnya seperti pohon akasia yang mempunyai sedikit daun, banyak duri, dan susah untuk diraih. Celakalah kalian budak dunia ini! Kalian menyepelekan kebaikan, [dengan pertimbangan] kebaikan bisa dicapai oleh setiap orang yang menginginkannya; dan kalian mengagungkan dunia ini, [dengan pertimbangan] dunia tidak dapat diraih. Kalian bukan hamba yang shalih ataupun orang bebas yang terhormat. Celakalah kalian penerima balasan dosa! Kalian mengambil upah dan merusak pekerjaan. Kalian nanti akan menjumpai apa yang paling kalian takuti, karena pengawas kalian akan segera melihat pekerjaan yang kalian rusak dan upah yang telah kalian ambil. Celakalah kalian yang berutang pada kejahatan! Kalian telah mulai membagikan hadiah sebelum kalian melunasi utang kalian; kalian mengerjakan sesuatu yang mubazir dengan suka rela, tapi kalian tidak mengerjakan apa yang diperntahkan kepada kalian. Seorang yang meminjamkan tidak akan mengambil hadiah sebelum piutangnya dilunasi."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:157.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:173.

84/303: Isa berkata: "Kalian berusaha untuk dunia ini, yang di dalamnya kalian dilayani, tanpa kalian sesungguhnya harus berusaha untuknya; sementara kalian tidak berusaha untuk dunia nanti, yang di dalamnya kalian tidak dilayani, kecuali kalian berusaha untuknya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:166.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:165 [lebih panjang];
* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:143;
* (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 237.

85/303: Al-Masih berkata: "Bagaimana tak berartinya dunia ini di sisi Allah terlihat jelas dari [kenyataan] bahwa hanya di dunia ini Allah tidak dipedulikan dan [bahwa] kasih sayangNya hanya bisa diraih oleh orang yang tidak mempedulikan dunia."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:166.

86/303: Isa berkata kepada kaum hawariyun: "Manusia diciptakan di dunia ini dalah empat tahap. Di dalam tiga tahap manusia merasa tenang, dan di tahap keempat dia merasa gundah dan takut bahwa Allah akan meninggalkan dia. Di dalam tahap pertama manusia dilahirkan ke dalam tiga kegelapan: kegelapan badan, kegelapan rahim, dan kegelapan ari-ari. Allah mengurus dia di dalam kegelapan badan. Bila dia sudah terbebas dari kegelapan badan, dia bertemu dengan makanan yang dia tidak bisa hampiri dengan menggerakkan kaki atau dia raih dengan tangan. Makanan ini disediakan untuknya; dan dia dihadiahi ini hingga dia tumbuh. Bila dia sudah disapih daari air susu, dia mencapai tahap ketiga. Dia mendapat makanan dari orang tuanya yang memperolehnya dengan jalan halal atau haram. Jika orang tuanya meninggal maka orang-orang lain akan merasa kasihan padanya; seseorang memeberinya makan, orang lain memberinya minum, yang lainnya memberi dia tempat untuk tinggal, dan yang lainnya lagi memberi dia pakaian. Jika dia mencapai tahap keempat, bertenaga dan tegak, serta menjadi dewasa, maka takutlah dia bahwa tidak ada lagi yang mengurusi dia, dan [mulailah] dia menyerang manusia lain, mengkhianati amanat mereka, merampoknya, mengambil harta benda mereka, meski dia [sebenarnya] takut bahwa Allah Yang Mahakuasa bisa meninggalkannya."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Mahasin wa al-Addad.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ali bin Muhammad al-Baghdadi) Abu Hayyan al-Tauhidi (... - >400 H), Al-Imta' wa al-Mu'anasa, 2:127;
* Al-Baihaqi, Al-Mahasin wal al-Mawasi' [Traif Khalidi tidak memberi data lebih lanjut tentang kitab ini dan pengarangnya];
* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 1:57;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 193.

87/303: Allah berfirman kepada Isa: "Aku akan mengirimkan satu umat setelahmu, yang jika Aku murah hati pada mereka, mereka bersyukur dan bertahmid, dan jika Aku menahan diri, mereka sabar dan tawakal tanpa [harus] mempunyai hilm dan 'ilm [1]." Isa bertanya: "Bagaimana mereka bisa seperti itu ya Allah, tanpa hilm dan 'ilm?" Allah menjawab: "Aku memberikan mereka sebagian dari hilmKu dan 'ilmKu."
Keterangan:

Tarif Khalidi tidak memberikan keterangan dari pengarang Muslim mana dialog di atas dinukil. Dia hanya memberikan keterangan bahwa dialog ini terdapat di karya:

* Miguel Asín y Palacios, "Logia e agrapha domini Jesu apud moslemicos scriptores, asceticos praesertim usitata", 1919 M, nr. 224
* Hanna Mansur, "Aqwal al-Sayyid al-Masih 'ind al-kuttab al-muslimin al-aqdamin", 1976 M, nr. 238.

Catatan:

[1] "hilm" = kemurahan hati; "'lm" = ilmu; umat yang dimaksud tentu saja umat Islam.

88/303: Orang bertanya kepada Isa: "Apakah amalmu yang paling utama?" Isa menjawab: "Tidak mengurusi sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya denganku."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Kitab Kitman al-Sirr wa Hifz al-Lisan, 1:162.
Rujukan silang atas percakapan di atas:

* (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 1:227.

89/303: Allah mewahyukan kepada Isa untuk mengirimkan pendakwah ke para raja di dunia. Dia mengirimkan para muridnya. Murid-muridnya yang dikirim ke wilayah yang dekat menyanggupinya, tetapi yang dikirim ke tempat yang jauh berkeberatan untuk pergi dan berkata: "Saya tidak bisa berbicara dalam bahasa dari penduduk yang engkau mengirimkan aku kepadanya." Isa berkata: "Ya Allah, aku telah memerintahkan murid-muridku apa yang Kau perintahkan, tetapi mereka tidak menurut." Allah berfirman kepada Isa: "Aku akan mengatasi masalahmu ini." Maka Allah membuat para murid Isa bisa berbicara dalam bahasa tempat tujuan mereka diutus.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh penulis sejarah tentang Mesir di awal masa Islam (Abd al-Rahman bin 'Abdallah al-Mishri) Ibn 'Abd al-Hakam (... - 257 H), Futuh Mishr wa Akhbaruha.
Komentar:

Menurut pendapat saya kisah di atas bagi umat Islam paling tidak problematis dalam 2 hal:

* Pertama, pengiriman pendakwah ke"para raja di dunia" tampaknya bertentangan dengan pernyataan Al-Quran bahwa Nabi Isa as. diutus untuk Bani Israil.
* Kedua terkesan bahwa Allah/Tuhan bereaksi atas sesuatu perintah yang dalam prakteknya memerlukan "support" lebih lanjut. Kisah seperti ini tidak sedikit ada di dalam Bibel, tetapi tampaknya tidak selaras dengan konsep "sunnatullah" Al-Quran.

90/303: Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Jika orang mengangkat kalian sebagai kepala, maka bersikaplah seperti ekor."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 1:266.

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 18 November 2010

Kandungan Sebuah Apel

Berikut ini adalah kandungan yang dimiliki oleh sebuah apel :

Vitamin
Buah apel kaya akan kandungan vitamin seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.

Mineral
Buah apel mengandung banyak mineral seperti kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

Fitokimia
Buah apel juga mengandung fitokimia. Fitokimia merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar. Zat ini juga berfungsi untuk menekan jumlah kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Serat
Apel kaya akan serat, sehingga baik untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat yang tinggi sehingga mencegah lapar datang lebih cepat.
Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.

Tanin
Buah apel juga memiliki kandungan Tanin. Tanin adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Baron
Di dalam buah apel terdapat Baron. Apakah baron itu? Baron berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalam tubuh seorang wanita.

Flavoid
Salah satu kandungan buah apel yang baik untuk menjegah penyakit adalah flavoid. Flavoid merupakan zat yang berfungsi menurunkan risiko kanker.

Asam D-glucaric
Apakah Asam D-glucaric itu? Asam D-glucaric merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Asam D-glucaric juga terdapat di dalam buah apel.

Quercetin
Quercetin merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Buah apel mengandung zat quercetin.

Asam tartar
Di dalam sebuah apel juga terdapat asam tartar. Asam tartar yang dapat menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.

Melihat banyaknya zat-zat yang dibutuhkan tubuh yang terkandung dalam buah apel, maka biasakanlah diri kita untuk dapat mengkonsumsi satu buah apel setiap hari.

Sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/101-manfaat-buah-apel.html

Posting by Mohammad Nurdin

Manfaat Buah Apel

Ternyata buah Apel banyak manfaatnya bagi kesehatan kita. Berikut ini tulisan yang saya ambil dari suaramedia.com yang bersumber dari antaranews.com :

Memilih makan apel daripada kue tidak hanya menyebabkan berat badan turun, namun juga mencegah kerusakan pada tulang pada usia senja, kata sebuah kajian.

Wanita dewasa, yang makan bermacam buah, sayuran dan padi-padian, memiliki peluang lebih sedikit menderita patah tulang daripada yang tidak suka makanan sehat tersebut, kata kajian, yang disiarkan dalam jaringan di Jurnal Nutrisi Klinis Amerika Serikat.

Kajian lain juga menyebutkan bahwa orang dengan asupan tingkat tinggi nutrisi tertentu, seperti, kalsium dan vitamin D, memiliki massa tulang lebih baik dan lebih sedikit mendapat bahaya patah tulang pada usia mereka.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pola diet berkaitan dengan bahaya beberapa dampak, yang merugikan kesehatan, namun hubungan antara pola diet dengan tingkat kerapuhan tulang masih belum diketahui," kata Lisa Langsetmo di Universitas McGill di Montreal, Kanada, yang memimpin sekelompok peneliti.

Langsetmo dan rekan lain mempelajari 3.539 wanita, yang melewati masa mati haid, dan 1.649 pria berusia 50 tahun ke atas. Mereka memusatkan perhatian pada hubungan antara "kepadatan gizi" --konsentrasi nutrisi dalam makanan dalam kaitannya dengan kalori-- dan dampaknya terhadap kerusakan tulang.

Pada awal penelitian, peserta mengisi pertanyaan rinci tentang diet mereka, kemudian peneliti itu mengalkulasikan angka kepadatan nutrisi pada setiap orang.

Makanan dengan tingkat kepadatan tinggi nutrisi meliputi berbagai buah, sayuran, padi-padian, kacang-kacangan dan ikan, sementara makanan dengan tingkat kepadatan tinggi kalori adalah makanan penutup, keripik kentang dan daging olahan.

Selama tujuh tahun ke depan, 70 pria dan 372 wanita dalam penelitian tersebut berpeluang menderita patah tulang, yang tidak terkait dengan kecelakaan besar.

Secara umum, penelitian tersebut menemukan bahwa dalam setiap 40 persen peningkatan kalori dalam buah, sayuran dan makanan padat nutrisi lain menyebabkan kecenderungan menderita patah tulang dalam 10 tahun ke depan menurun sekitar 14 persen terhadap wanita.

Hal itu berlaku bahkan ketika mereka memperhitungkan unsur lain, seperti, berat badan, kepadatan tulang, kebiasaan merokok, dan kebiasaan minum kalsium dan vitamin D.

Terdapat pola sama di antara pria, yang tidak bermakna secara statistik.

Tapi, tidak ada hubungan antara risiko patah tulang dan diet dengan makanan padat kalori.

Langsetmo mengatakan bahwa meskipun penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa diet kaya nutrisi dapat mencegah patah tulang, pesan yang ingin disampaikannya adalah bahwa diet lebih sehat --dengan mengurangi bahaya serangan jantung serta diabetes-- juga dapat berdampak baik bagi keadaan tulang.

Ia juga mengingatkan bahwa yang memiliki kebiasaan makan makanan kaya nutrisi juga cenderung lebih sehat daripada yang menghindari sayuran, melakukan lebih banyak olahraga, dan mengurangi rokok. (Antaranews.com)
Sumber : http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/makanan/32738-pilih-apel-daripada-kue-cegah-kerusakan-tulang-di-usia-senja.html

Posting by Mohammad Nurdin

Rabu, 17 November 2010

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (9)

71/303: Kaum hawariyyun berkata: "Masihullah, lihatlah baitullah ini, betapa indahnya!" Isa menjawab: "Amin, amin. Sesungguhnya, kukatakan kepada kalian, Allah tidak akan membiarkan satu batu dari mesjid ini berada di atas batu yang lainnya, semuanya akan diluluhlantakkan karena dosa-dosa manusia. Allah tidak memerlukan emas, perak, atau batu-batu ini. Daripada semua benda ini Allah lebih menyukai manusia-manusia yang suci hatinya. Bersama mereka Allah membangun dunia ini, atau Allah mengancurkannya jika hati-hati ini tidak suci."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 486.
Rujukan silang atas percakapan di atas:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:396.

72/303: Isa berkata: "Setan [selalu] mendampingi dunia. Kebohongannya mendampingi kekayaan. Kemampuannya menggoda mendampingi kemurungan. Kekuatan terbesarnya mendampingi hawa nafsu."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 487.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:252;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 51.

73/303: Isa senantiasa berkata:"Ya murid-muridku, janganlah kalian mencari dunia dengan jalan merusak diri kalian sendiri; carilah keselamatan dengan jalan merelakan apa yang ada di dunia.Kalian datang ke dunia ini dengan telanjang, dan akan meninggalkannya dengan telanjang pula. Kalian tidak usah mencari rezeki yang [memang] akan diberikan oleh hari esok; berkecukupanlah dengan rezeki yang diberikan oleh setiap hari. Hari esok akan membawa masalahnya sendiri. Mintalah kepada Allah agar Dia memberikan kalian rezeki dari hari ke hari."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 488.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:68.

Catatan:

Bandingkan pula Ayub 1:21 tentang telanjangnya manusia, serta Matius 6:34 tentang problematika hari ini dan esok.

74/303: Isa senantiasa berkata: "Ya Rabbi, aku tidak bisa membebaskan diriku dari apa-apa yang aku benci, dan tidak bisa meraih apa yang aku inginkan. Ketentuan tentang ini tidak berada di tanganku, dan aku akan diminta pertanggungjawaban atas apa-apa yang telah aku kerjakan. Tidak ada orang yang lebih miskin daripada aku. Jangan Kau biarkan musuhku mendatangiku. Jangan Kau biarkan temanku menjauhiku. Jangan jadikan keimananku menjadi kehancuranku, dan jangan tempatkan di atasku seseorang yang tidak mempunyai rasa kasihan padaku."
Keterangan:

Doa Isa di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 490.
Rujukan silang atas doa Isa di atas:

* (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:324;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 103.

75/303: Bangsa Israel mencela Isa karena kemiskinannya. Isa berkata kepada mereka: "Manusia-manusia yang patut dikasihani, kalian telah disesatkan oleh orang-orang kaya. Apakah kalian penah melihat seseorang yang mencari kemiskinan menentang Allah?"
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Wara', 228.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:155.

76/303: Ketika Isa mengembara, langit terbuka, dan hujan turun dengan derasnya. Karenanya dia mencari perlindungan di sebuah gua. Di sana dia melihat [sudah] ada seorang gembala. Isa meninggalkan gua itu dan mencari perlindungan di sebuah semak belukar. Di sana Isa melihat [sudah] ada seekor singa yang sedang mendekam. Isa mengangkat kepalanya dan berkata: "Ya Rabbi, Engkau telah memberikan tempat berlindung untuk semua, hanya tidak untukku." Allah berfirman kepada Isa: "Ya Isa, Akulah tempatmu berlindungmu, di bayang-bayang 'arsy-Ku, dan di rumah rahmatKu. Aku akan menikahkanmu dengan seribu gadis elok, dan memberi makan seribu tahun kepada para manusia [tamu] di pesta pernikahanmu. Di hari kiamat akan ada seorang penyeru yang berteriak: 'Datanglah dan hadirilah pernikahan waliyullah ini!'"
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Wara', 318.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 121;
* (Daud bin 'Umar al-Darir) Al-Antaki (... - 1008 H), Tazyin al-Aswaq bi-Tafsil Asywaq al-Usysyaq, 1:71;
* (Muhammad Murtadha bin Muhammad al-Husaini) Al-Zabidi (... - 1205 H), Ihtaf al-Sada al-Muttaqin bi Syarh Asrar Ihya' 'Ulum al-Din, 8:87 [variasinya].

77/303: Di hari ketika Isa diangkat ke langit, dia tidak meninggalkan apa-apa selain sebuah baju dari bulu domba, sebuah pelontar batu, dan dua buah sendal.
Keterangan:

Hal di atas diriwayatkan oleh periwayat kisah-kisah zuhud (Hannad) Ibn al-Sariyy (... - 243 H), Kitab al-Zuhd, 553.
Rujukan silang atas hal di atas:

* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 122 [variasinya].

78/303: Isa makan tumbuh-tumbuhan, mengenakan pakaian dari bulu-bulu kasar, dan tidur di mana saja ketika malam tiba. Dia tidak punya anak --yang bisa meninggal, tidak punya rumah-- yang bisa runtuh, dan dia tidak menyimpan makan siangnya untuk makan malam, atau menyimpan makan malamnya untuk makan siang. Dia senantiasa berkata: "Tiap hari membawa rezekinya sendiri."
Keterangan:

Hal di atas diriwayatkan oleh periwayat kisah-kisah zuhud (Hannad) Ibn al-Sariyy (... - 243 H), Kitab al-Zuhd, 559.
Rujukan silang atas hal di atas:

* (Abu Bakr Muhammad bin Ishaq) Al-Kalabadzi (... - 380 H), Al-Ta'arruf li Madzhab Ahl al-Tasawwuf;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:220 [sebagian];
* (Syihab al-Din 'Umar) Al-Suhrawardi (... - 632 H), Awarif al-Ma'arif, 2:249;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 108.

Catatan:

Lihat juga "Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literature" nomer 60 dan 73.

79/303: Isa melihat sekelompok orang yang sedang menangis. Dia bertanya: "Mengapa orang-orang ini menangis?" Orang menjawabnya: "Mereka takut pada dosa-dosa mereka." Isa berkata: "Lepaskanlah dosa-dosa kalian, maka kalian akan diampuni."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 1:399 dan 3:167.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 2:268; - (Abu 'Ali Ahmad bin Muhammad) Miskawaih (... - 421 H), Al-Hikma al-Khalida.

80/303: Almasih berjalan melewati sekelompok Bani Israil yang mengejeknya. Setiap kali mereka mengeluarkan ucapan buruk, Almasih menjawabnya dengan ucapan baik. Syim'on al-Safi [1] berkata kepadanya: "Akankah kau selalu menjawab mereka dengan ucapan baik jika mereka mengeluarkan ucapan buruk?" Almasih berkata: "Setiap orang [hanya bisa] mengeluarkan apa yang dia miliki."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 2:177.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:370;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 169.

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (8)

61/303: Isa berkata: "Dosa terbesar adalah kecintaan pada dunia. Wanita adalah tali-tali setan. Khamr adalah kunci ke semua keburukan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 472.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:170 [di sini perkataan tsb. diucapkan oleh Malik ibn Dinar, seorang zuhd dari Basra yang wafat sekitar 130 H].

62/303: Isa senantiasa berkata: "Kecintaan pada dunia adalah akar dari semua dosa. Kekayaan duniawi adalah penyakit parah." Mereka bertanya: "Bagaimana rupa dari penyakit ini?" Isa berkata: "Orang yang terjangkitnya tidak terhindar dari kesombongan dan keangkuhan." Mereka bertanya: "Bagaimana seandainya orang itu bisa menghindarinya?" Isa menjawab: "Menumpuk kekayaan menjauhkan manusia dari Allah."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 473.
Rujukan silang atas pecakapan di atas:

* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:191;
* (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:263;
* (Abu al-Qasim al-Husain bin Muhammad) Al-Raghib al-Isfahani (... - >400 H), Muhadarat al-Udaba', 1:512;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 146.

63/303: Isa berkata: "Sesungguhnya, kukatakan kepada kalian: di surga tidak ada orang kaya. Lebih mudah bagi seekor unta untuk memasuki lubang jarum daripada seorang kaya memasuki surga."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 474.
Catatan:

* Lihat juga Matius 19:24.
* Perumpamaan "unta memasuki lubang jarum" dipakai juga oleh QS Al-A'raf dalam konteks tidak mungkinnya para pendusta ayat-ayat Allah memasuki surga.

64/303: Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Ya hawariyyun, jangan melemparkan mutiara kepada babi, karena babi tidak tahu penggunaannya. Jangan memberikan hikmah kepada seseorang yang tidak menginginkannya, karena hikmah itu lebih berharga daripada mutiara, dan orang yang tidak menginginkannya lebih buruk daripada babi."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 477.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 1:63.

Catatan:

Bandingkan juga Matius 7:6

65/303: Al-Masih berkata: "Kalau kalian ingin berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menjadi cahaya Bani Adam, maka maafkanlah mereka yang menjahili kalian, tengoklah orang sakit yang tidak [pernah] menengok kalian, bersikap ramahlah pada orang yang tidak ramah pada kalian, dan pinjamkanlah [uang] kepada mereka yang tidak mengembalikan apa-apa kepada kalian."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 480.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 5:238-239.

66/303: Isa berjalan bersama seorang muridnya di Celah Afiq [1]. Seorang laki-laki memotong jalan dan menghalangi mereka meneruskan perjalanan dengan berkata: "Aku tidak akan membiarkan kalian pergi sebelum memukul kalian satu per satu." Mereka berusaha membuat dia mengurungkan maksudnya, tapi dia bersikeras. Isa berkata: "Ini pipiku, pukullah!" Orang itu menampar pipi Isa dan [kemudian] mengizinkan dia pergi. Orang itu kemudian berkata kepada murid Isa: "Aku tidak akan membiarkan kau pergi sebelum aku memukulmu." Murid Isa menolak. Ketika Isa melihat ini dia menawarkan pipinya yang lain. Orang itu memukul pipi Isa yang satunya lagi dan [kemudian] mengizinkan mereka berdua pergi. Isa kemudian berkata: "Ya Allah, kalau ini kau ridhai, maka cukuplah ridhaMu bagiku. Kalau ini tidak kau ridhai, maka azabMu yang pantas [adalah balasannya]."
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 481.
Catatan kaki:

[1] Celah Afiq adalah sebuah celah yang menuju Ghaur di lembah Yordan. Ada yang menyebutkan Afiq sebagai tempat di mana Isa akan membunuh Dajjal menjelang kiamat.

67/303: Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Aku ingin agar kalian makan roti sederhana, dan mengungsi dari dunia ini dengan aman dan dalam damai. Sesungguhnya kukatakan kepada kalian: manisnya dunia ini adalah pahitnya dunia nanti, dan pahitnya dunia ini adalah manisnya dunia nanti. Orang-orang yang benar-benar menyembah Allah bukanlah mereka yang hidup enak. Sesungguhnya kukatakan kepada kalian: orang terburuk di antara kalian adalah ulama yang mencintai dunia ini dan mendahulukannya daripada perilau yang adil. Seandainya dia bisa, dia ingin membuat semua manusia berbuat sebagaimana dia bertingkah laku."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 482.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:153;
* (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:256 [sebagian];
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 184.

68/303: Isa biasa berkata: "Aku berkhotbah kepadamu agar kamu belajar. Aku tidak berkhotbah kepadamu agar kamu bangga diri."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 483.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Umar Yusuf) Ibn 'Abd al-Barr al-Qurthubi (... - 463 H), Mukhtasar Jami' Bayan al-'Ilm wa Fadlihi [lebih panjang]

69/303: Al-Masih berkata: "Bukan sebagaimana yang kuinginkan, melainkan sebagaimana yang kau inginkan. Bukan sebagaimana yang kuharapkan, melainkan sebagaimana yang kau harapkan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 484.
Catatan:

Ucapan yang mirip terdapat juga di Matius 26:39 dalam doa Yesus pada Tuhan.

70/303: Tidak ada sebutan untuk Isa yang lebih disukainya selain "si orang miskin itu".
Keterangan:

Hal di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 485.
Rujukan silang atas hal di atas:

* (Muhammad bin 'Ali) Abu Thalib al-Makki (... - 386 H), Qut al-Qulub fi Mu'alamat al-Mahbub, 1:263;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 4:191-192 [versi lebih panjang].

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html
Posting by Mohammad Nurdin

Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literatures (7)

51/303: Isa berkata kepada kaum hawariyyun: "Sesungguhnya, kukatakan kepada kalian," --dan dia sering berkata "Sesungguhnya, kukatakan kepada kalian,"-- "di antara kalian yang paling mengeluh bila terjadi kemalangan adalah yang paling sering menghadapkan diri kepada dunia."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 338.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 4:67.

52/303: Kaum hawariyyun berkata: "Ya Isa, siapakah 'para wali Allah, yang tidak akan mengenal rasa khawatir dan sedih hati'[1]?" Isa menjawab: "Mereka adalah orang-orang yang menatap hati dunia ini, sementara manusia lain melihat permukaannya [saja]; [mereka adalah] orang-orang yang menyongsong datangnya akhir dunia ini, sementara manusia lain [hanya] melihat saat sekarang yang akan menghilang.
Mereka membunuh dari dunia apa-apa yang yang mereka takutkan bisa membunuh mereka, dan meninggalkan apa-apa yang mereka yakini akan meninggalkan mereka. Karenanya mereka mengenyampingkan apa-apa yang dulunya mereka percayai penting bagi kehidupan duniawi. Jika mereka menyinggungnya, mereka lakukan ini hanya sambil lalu saja, dan kegembiraan mereka dari yang mereka dapatkan dari itu, adalah kesedihan.
Mereka menolak semua kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dunia, dan menolak semua kemungkinan kemasyhuran duniawi tanpa sebab-sebab yang adil.
Di mata mereka dunia ini tua dan keropos, dan mereka tidak memperbaruinya. Dunia ini di sekeliling mereka sudah runtuh, dan mereka tidak membangunnya kembali. Dunia ini sudah mati di hati mereka, dan mereka tidak membiarkannya bangkit kembali.
Mereka merusak dunia untuk bersamanya membangun kembali kehidupan mereka setelah mati. Mereka menjual dunia untuk menukarkannya dengan yang kekal. Mereka menolak dunia dan karenanya menjadi kaum sesungguhnya yang beruntung di atas dunia.
Mereka melihat kerabat mereka yang sudah mati dan rusak tenggelam ke dalam bumi, dan memperbarui pikiran akan kematian serta mematikan pikiran akan kehidupan.
Mereka mencintai Allah dan selalu mengingatNya,
mereka mencari nur-Nya dan bercahaya melalui nur-Nya.
Keajaiban dikabarkan keluar dari mereka,
dan mereka mengabarkan hal-hal yang ajaib.
Kitabullah diperkenalkan melalui mereka, dan mereka beramal sesuai dengan kitab ini. Mereka memuji kitabullah sebagaimana kitabullah memuji mereka. Ilmu kitabullah disebarkan melalui mereka, sebagaimana halnya mereka memperoleh ilmu melalui kitabullah.
Mereka tidak mengharapkan pahala yang lebih besar daripada yang mereka bisa dapatkan; mereka tidak mengharapkan keselamatan selain dari yang mereka nantikan; mereka tidak mengharapkan ketakutan selain dari yang mereka hindarkan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 339.
Rujukan silang atas ucapan di atas:

* (Abu 'Utsman 'Amr bin Barr) Al-Jahiz (... - 255 H), Al-Bayan wa al-Tabyin, 3:140;
* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:144;
* (Ahmad bin 'Abdallah) Abu Nu'aim al-Isbahani (... - 430 H), Hilyat al-Auliya' wa Tabaqat al-Asfiya, 1:10;
* (Abu al-Hasan 'Ali bin Muhammad al-Basri) Al-Mawardi (... - 450 H), Adab al-Dunya wa al-Din;
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 245.

Catatan kaki:

[1] Lihat QS Yunus 62.

53/303: Yahya dan Isa bertemu; Yahya berkata: "Mintakanlah ampunan untukku dari Allah, karena kamu lebih baik daripada aku." Isa menjawab: "Kamu lebih baik daripada aku. Aku mengabarkan keselamatan atasku [1], Allah mengabarkan keselamatan atasmu [2]." Allah mengakui pengabdian keduanya.
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 392.
Catatan kaki:

[1] Lihat QS Maryam 15.

[1] Lihat QS Maryam 33.

54/303: Seorang lelaki yang telah berzina dibawa kepada Isa, yang kemudian memerintahkan perajamannya. Isa berkata: "Tetapi yang pernah melakukan perbuatan yang sama jangan melemparkan batu kepadanya!" Maka semuanya menjatuhkan kembali batu-batunya, kecuali Yahya bin Zakaria.
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 394.
Catatan:

Bandingkan juga kisah "Wanita penzina" di Yohanes 8:2-11. Menarik untuk dicatat bahwa di kisah di atas

* penzinanya adalah seorang lelaki, bukan wanita,
* Isa memerintahkan perajamannya,
* Yahya berada di sana, dan tidak termasuk yang menjatuhkan kembali batu,
* akhir kisahnya tampak terbuka.

55/303: Isa berkata: "Allah mencintai terutama orang asing [gharib]." Orang bertanya: "Siapakah orang asing itu?" Isa menjawab: "Mereka yang demi keimanan melepaskan dunia ini. Mereka akan dipilih bersama-sama Isa di hari akhir nanti."
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 402.
Rujukan silang atas percakapan ini [yang menyebutkan ini sebagai ucapanMuhammad saw. alih-alih Isa]:

* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:271;
* (Syihab al-Din 'Umar) Al-Suhrawardi (... - 632 H), Awarif al-Ma'arif, 1:265.

56/303: Isa berkata: "Hai hamba dunia ini, daripada membagi-bagikan sedekah lebih baik kalian bersikap baik pada orang-orang yang kalian perlakukan tidak adil!"
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 466.

57/303: Isa berkata: "Biarkanlah manusia hidup dalam perdamaian. Urusilah para manusia, dan jangan mengurusi diri sendiri. Jangan berusaha mendapatkan pujian atau celaan mereka. Amalkanlah apa yang telah diperintahkan untuk diamalkan."
Keterangan:

Ucapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 467.
Rujukan silang atas ucapan ini:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Kitab al-Samt wa Adab al-Lisan, 743.

58/303: Allah berfirman kepada Isa: "Jadikanlah Aku satu-satunya urusanmu. Jadikan Aku bekal harta untuk kehidupanmu sesudah mati. Percayalah padaKu, maka Aku akan mencukupimu. Jangan jadikan sembahan-sembahan selain Aku, atau Aku akan meninggalkanmu."
Keterangan:

Hadits qudsi di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 468.

59/303: Isa berangkat pergi mengunjungi salah satu saudara laik-lakinya. Dia bertemu dengan seorang laki-laki yang berkata: "Saudaramu sudah meninggal." Maka Isa berbalik lagi.
Ketika anak-anak perempuan saudaranya itu mendengar bahwa Isa berbalik lagi, pergilah mereka menuju Isa dan berkata: "Nabiyullah, berbaliknya engkau sungguh lebih sulit diterima daripada wafatnya ayah kami." Isa berkata: "Pergilah tunjuki aku kuburannya."
Maka mereka pergi memperlihatkan kuburan ayah mereka kepada Isa. Isa berteriak dengan suara keras ke arahnya, dan si almarhum muncul; rambutnya sudah memutih. Isa bertanya: "Apakah kamu si Fulan?" "Ya," jawab orang itu. "Apakah itu yang kulihat telah menimpa dirimu?" "Aku mendengar suaramu, dan menyangka itu adalah 'saiha'[1]," jawab laki-laki itu.
Isteri dari laki-laki itu terus memperhatikan dan mendengar apa yang telah dilakukan Isa. Wanita itu berkata: "Mulialah badan yang telah mengandungmu, dan dada yang telah memberimu makanan [menyusui]." Isa berkata: "Mulialah orang yang telah diajari Allah dengan Lauhul-Mahfuz, dan meninggal tanpa kesombongan." [2]
Keterangan:

Kisah di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 470.
Rujukan silang atas kisah di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 3:53 [di sini yang keluar dari kubur adalah Sem bin Nuh];
* (Abu al-Laits Nashr bin Muhammad) Al-Samarqandi (... - 373 H), Tanbih al-Ghafilin [dengan sedikit variasi];
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 80, 160, 161;
* (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad) Al-Ghazali (... - 505 H), Ihya' 'Ulum al-Din, 3:328 [sebagian].

Catatan kaki:

[1] Teriakan di hari kiamat.

[2] Bandingkan juga Lukas 11:27-28.

60/303: Isa berkata: "Aku telah membalikkan dunia dan duduk di atas punggungnya. Aku tidak punya anak yang bisa mati, [dan aku tidak punya] rumah yang bisa runtuh." Mereka berkata kepadanya: "Tidak maukah engkau memiliki sebuah rumah untukmu sendiri?" Isa menjawab: "Bangunlah sebuah rumah untukku di atas aliran air yang deras." Mereka berkata: "Rumah seperti itu tidak akan bertahan lama." Mereka juga bertanya kepada Isa: "Tidak maukah engkau menikahi seorang perempuan?" Isa menjawab: "Apa yang harus kulakukan dengan seorang wanita yang bisa mati?"
Keterangan:

Percakapan di atas diriwayatkan oleh (Abu 'Abdallah Ahmad bin Muhammad al-Syaibani) Ibn Hanbal (... - 241 H), Kitab al-Zuhd, 471.
Rujukan silang atas pecakapan di atas:

* (Abu Bakr 'Abdallah bin Muhammad) Ibn 'Abi al-Dunya (... - 281 H), Mausu'at Rasa'il Ibn Abi al-Dunya, 2:26-27;
* (Ahmad bin Muhammad al-Qurthubi) Ibn 'Abd Rabbihi (... - 328 H), Al-'Iqd al-Farid, 3:173 [sebagian];
* (Abu al-Qasim 'Ali bin al-Hasan) Ibn 'Asakir (... - 571 H), Sirat al-Sayyid al-Masih, 136 [variasinya].

Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org

Sumber : http://media.isnet.org/antar/jsi/index.html

Posting by Mohammad Nurdin