Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label al-juziyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-juziyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Biografi Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah

Beliau adalah Syamsuddin Abu 'Abdillah Muhammad bin Abubakar bin Ayyub bin Su'ad bin Hariz az-Zar'i ad-Dimasyqi, dan dikenal dengan sebutan Ibnul Qoyyim. Beliau adalah ahli fiqih bermazhab Hambali. Di samping itu juga seorang ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu kalam, sekaligus seorang mujtahid. Beliau adalah salah seorang murid seorang imam dan mujtahid, Syaikhul-Islam Taqiyuddin Ahmad ibn Taymiyyah al-Harani ad-Dimasyqi yang wafat tahun 728 H.

Ibn Rajab menuturkan bahwa Ibnul-Qoyyim al-Jauziyyah telah menerima pengeyahuan dari asy-Syihab an-Nabulsi dan juga dari yang lainnya. Ia juga telah menekuni nazhabnya, cakap dan mampu memberikan fatwa. Ia senantiasa menyertai Ibn Taymiyyah sekaligus mengambil ilmu dari beliau. dan menguasai ilmu-ilmu Islam. Ia adalah seorang ahli tafsir yang tiada bandingnya dan sekaligus ahli ilmu ushuluddin. Ia menguasai ilmu hadits berikut makna-maknanya, pemahamannya serta dasar-dasar pengambilan hukum darinya.

Selain itu ia menguasai pula ilmu fiqih, ushul fiqih dan bahasa arab, di samping mahir dalam bidang menulis. Ia pun menguasai ilmu kalam dan ilmu-ilmu lainnya. Ia juga seorang alim dalam hal ilmu suluk dan menguasai wacana ahli tasawuf dan tidak menolak sama sekali tasawuf. Kuatnya kesadaran akan perjalanannya ke alam kubur memotivasinya untuk menyebarkan ilmunya.

Selain itu Imam Ibnul-Qoyyim juga seorang ahli ibadah dan senantiasa menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkannya. Ia mengalami beberapa kali ujian penjara bersama Syaikh Ibn Taymiyyah. Dalam kesempatan terakhir, ia berada di penjara sendirian dan baru dilepaskan setelah syaik Ibn Taymiyyah meninggal. Ia menunaikan haji beberapa kali. Orang-orang banyak mengambil ilmu dan memperoleh manfaat darinya.

Sementara itu, Burhanuddin Az-Zar'i mengatakan bahwa tidak ada di bawah ufuk bumi ini yang lebih luas ilmunya daripada Ibnul-Qoyyim . Dia telah menulis dengan tangannya karya-karya yang tak dapat digambarkan dan menyusun sejumlah karangan yang banyak sekali tentang berbagai ilmu.

Ibnul-Qoyyim meninggal dunia pada waktu isya' tanggal 18 Rajab 751 H. Ia dishalatkan di Mesjid Jami' Al-Umawi dan setelah itu di Masjid Jami' Jarrah; kemudian dikuburkan di Pekuburan Babush Shagir.

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 06 Oktober 2011

50 Arti Kata Cinta : Al-Mahabbah (Cinta)

Al-Mahabbah atau Cinta.

Berikut ini pendapat yang dikemukakan di kalangan ahli bahasa sehubungan dengan definisi mahabbah atau cinta :
1. Cinta adalah kecenderungan permanen yang dialami oleh kalbu orang yang dimabuk asmara.
2. Cinta adalah sikap memprioritaskan orang yang dikasihi lebih dari semua teman.
3. Cinta ialah menuruti kemauan yang dicintai, baik di hadapannya maupun di belakangnya.
4. Cinta adalah menuruti kehendak antara pihak yang mencintai dan pihak yang medicintai dalam hal selera.
5. Cinta ialah menyajikan pelayanan disertai menjaga kesucian.
6. Cinta ialah banyak berkorban untuk orang yang Anda cintai dan enggan merepotkan orang yang Anda cintai.
7. Cinta ialah bilamana kalbu seseorang selalu ingat kepada orang yang dicintai.
8. Cinta pada hakekatnya ialah bila Anda menyerahkan diri Anda secara total kepada orang yang Anda Cintai tanpa menyisakan barang sedikit pun bagi diri Anda.
9. Cinta ialah bilamana kalbu Anda tidak mengingat apa pun selain orang yang Anda cintai.
10. Cinta ialah kecemburuan yang muncul dalam kalbu bila kehormatan kekasih ada yang melecehkan dan cemburu bila hati kekasih diberikan kepada orang lain.
11. Cinta adalah maksud hati yang tidak berkurang meskipun dijauhi dan tidak bertambah meskipun didekati.

12. Cinta ialah memelihara kesetiaan. Oleh karena itu, tidaklah benar orang yang mengakui cinta kepada sesorang sedang dia tidak memelihara kesetiaan.

13. Cinta ialah bilamana Anda mau melakukakn apa yang disukai oleh orang yang Anda cintai.

14. Cinta ialah menjauhi hiburan dalam keadaan apapun.

Barang siapa yang merasakan hiburan karena telah lama dimabuk asmara, maka sesungguhnya cintaku kepada Laila belum pernah merasakannya. Kebanyakan dari apa yang kuperoleh untuk berhubungan dengannya hanyalah angan-angan belaka yang tidak pernah terwujudkan seperti halnya kilauan cahaya kilat.

bersambung.....

Sumber : Ibnu Qayyim Al-Juziyah, Taman Jatuh Cinta dan Rekreasi Orang-orang Dimabuk Rindu, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2006 hal. 46 – 51.

Catatan : Judul Asli “Raudhatul Muhibbiin Wanuzhatul Musytaaqiin”, Penulis : Ibnu Qayyim Al-Juziyah atau Al-Imam Syamsyud Din atau Muhammad bin Abi Bakar bin Ayyub Ad-Dimasyqi Al-Hambali yang wafat tahun 751 H. Pujian : Al-Imam Burhanud Din Az-Zar'iy, telah mengatakan “Di kolong langit ini tiada seorang pun yang lebih luas ilmunya daripada Ibnu Qayyim Al-Juziyah”.

Posting by Mohammad Nurdin