Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 30 Juni 2015

Penyakit Lahir Vs Penyakit Bathin

Yang dimaksud penyakit lahir adalah penyakit yang nampak pada fisik. Dirasakan oleh penderita dan terlihat oleh orang lain seperti bengkak, diare, penyakit jantung, dll. Yang dimaksud penyakit bathin adalah penyakit yang berhubungan dengan sifat kita. Kita biasanya kurang merasa kalau kita menderita penyakit ini. Orang lain biasanya yang lebih tahu yang kita indap seperti suka marah-marah, kikir, susah dinasehati, mau menang sendiri.
Ternyata menurut Ustad Danu  atau nama sebenarnya Ir. Joko Ismanu Herlambang yang dulu biasa mengisi acara bengkel hati di sebuah stasiun TV yang sekarang sudah berubah nama. Belum lama beliau tampil pada acara hitam Putih pada tanggal 26 Juni 2015.



Jumat, 26 Juni 2015

Nashaihul Ibad : Empat Nasihat Bekal ke Akhirat

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari ra :
"Wahai Abu Dzar,
1. perbaruilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam;
2. carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh;
3. kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit untuk diatasi; dan
4. ikhlaslah dalam beramal, karena yang menilai baik dan buruk adalah Dzat Yang Maha Melihat."
Perbaharui perahumu maksudnya perbaiki niatmu dalam setiap beramal agar engkau memperoleh pahala dan selamat dari siksa Allah.
Kurangilah beban maksudnya janganlah banyak-banyak engkau mengambil keduniaan.
Diserupakan akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh dan rintangan yang amal sulit untuk diatasi, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagian akhirat.
Abu Sulaiman Ad-Darani berkata : "Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridha Allah." Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Mu'adz ra, "Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu cuma sedikit."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005



Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 25 Juni 2015

Tipe Kepemimpinan


Secara umum, tipe kepemimpinan itu dapat kita bagi menjadi:

1.TIPE OTOKRATIK
Semua ilmuan yang berusaha memahami segi kepemimpinan otokratik mengatakan bahwa pemimpin yang tergolong otokratik dipandang sebagai karakteritik yang negatif.

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seseorang yang sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menujukan sikap yang menonjolkan keakuannya, antara lain dalam bentuk :

kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat lain dalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang menghargai harkat dan martabat mereka

Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa mengkaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para bawahannya.

Pengabaian peranan para bawahan dalam proses pengambilan keputusan.


Rabu, 24 Juni 2015

Nshaihul Ibad : Tiga Perkara Pencegah Tiga Perkara Lainnya

Malik bin Dinar ra berkata : "Cegahlah tiga perkara dengan tiga perkara yang lain, sehingga engkau benar-benar termasuk orang yang beriman, yaitu :
1. takabur dengan tawadhu';
2. rakus dengan qana'ah; dan
3. hasud dengan sikap santun."
Takabur adalah menganggap diri sendiri lebih mulia dibandingkan orang lain.
Tawadhu' artinya rendah hati.
Hasud adalah keinginan akan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain dan berharap agar nikmat itu pindah pada dirinya. Dalam sebuah hadist yang mengancam sikap dengki disebutkan :
"Tidak dapat terhimpun dalam rongga seorang hamba antara iman dan dengki."
Yang dimaksud dengan iman ialah imna kepada taqdir. Sehubungan dengan pengertian yang sama, Muawiyah ra pernah mengatakan :
"Semua orang aku mampu memuaskannya, tetapi orang yang dengki kep[ada keberhasilanku, tidak pernah merasa puas sebelum kesuksesanku lenyap dariku."
Hal yang senada dikatakan pula oleh seorang penyair melalui bait-bait syair berikut :
Semua orang dapat kubeli hatinya
tetapi orang yang dengki kepadaku
amat merepotkanku dan sulit kubeli hatinya
Bagaimana seseorang
dapat membujuk orang yang dengki
melihat keberhasilaku
juka masih belum puas

kecuali lenyapnya keberhasilan itu.

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Nashaihul Ibad : Tiga Perumpamaan Ibadah

Ada yang mengatakan bahwa ibadah itu jika diumpamakan sebagai komoditi, maka :
1. tempat pemasarannya adalah berkhalwat (menyendiri);
2. modalnya adalah taqwa; dan
3. keutungannya adalah surga.

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Klasifikasi PDB

1. Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha

Klasifikasi PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun Dasar 2000

Sosialisasi Perubahan Tahun Dasar PDB/PDRB 2010 Berbasis SNA 2008 : Implikasi Perubahan Tahun dasar PDB

12. Implikasi penggunaan tahun dasar yang terkini dalam penghitungan PDB dapat
mengakibatkan kenaikan level PDB. Mengapa hal tersebut terjadi?
a. Pertama, perubahan tahun dasar merupakan kombinasi perubahan harga dan volume
(kuantitas dan kualitas). Penggunaan tahun dasar yang menggambarkan kondisi terkini
umumnya lebih tinggi dibanding tahun dasar lama yang akan digunakan sebagai harga
konstan yang baru;
b. Kedua, perubahan harga relative antar produk dan juga kuantitas yang bervariasi akibat
perubahan pola produksi, konsumsi dan investasi dapat pula mengakibatkan perubahan
struktur dalam perekonomian. Oleh karena itu, perubahan tahun dasar tidak hanya
berdampak pada peningkatan level PDB secara total namun dapat juga mengakibatkan
perubahan struktur perekonomian.