Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 22 Januari 2015

Informasi Statistik Bulan April 2015 : Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)

Jumlah Rumah Tangga Pertanian Menurut Subsektor (Hasil ST2013)
- Jumlah Rumah Tangga Tanaman Pangan : 17,73 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Hortikultura         : 10,60 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perkebunan          : 12,77 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Peternakan           : 12,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Perikanan             : 1,97 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Kehutanan            : 6,78 Juta
- Jumlah Rumah Tangga Jasa Pertanian       : 1,08 Juta

Jumlah rumah tangga usaha pertanian hasil ST2013, sebanyak 26,14 juta rumah tangga. Subsektor tanaman pangan mendominasi rumah tangga usaha pertanian (17,73 juta rumha tangga).
Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah rumah tangga yang salah satu atau lebih anggota  rumah tangganya  mengelola usaha pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual, baik usaha pertanian milik sendiri, secara bagi hasil, atau milik  orang lain dengan menerima upah, dalam hal ini termasuk jasa pertanian.

Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Kamis, 01 Januari 2015

Informasi Statistik Bulan April 2015 : Lebih Dari Separuh Petani Berusia Di Atas 45 Tahun

Petani utama adalah petani yang mempunyai penghasilan terbesar dari seluruh petani yang ada di rumah tangga usaha pertanian.
Distribusi petani menurut jenis kelamin adalah sebagai berikut :
- Petani Laki-laki sebesar 77 persen
- Petani perempuan sebesar 23 persen
Distribusi petani menurut kelompok umur adalah sebagai berikut :
- Petani kelompok umur 15 - 24 tahun sebesar 1 persen,
- Petani kelompok umur 25 - 34 tahun sebesar 12 persen,
- Petani kelompok umur 35 - 44 tahun sebesar 26 persen,
- Petani kelompok umur 45 - 54 tahun sebesar 28 persen,
- Petani kelompok umur 55 - 64 tahun sebesar 20 persen,
- Petani kelompok umur 65 tahun ke atas sebesar 13 persen,
 
Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Informasi Statistik Bulan Maret 2015 : Distribusi Rumah Tangga Pertanian Menurut Sumber Pendapatan/Penerimaan

Rata-rata pendapatan rumah tangga pertanian sebesar Rp. 26,56 juta per tahun yang berasal dari sektor pertanian Rp. 12,41 juta.
Distribusi rumah tangga menurut sumber pendapatan/penerimaan berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) adalah sebagai berikut :
1. Usaha di sektor pertanian sebesar 47 persen,
2. Usaha di luar sektor pertanian sebesar 21 persen,
3. Pendapatan/penerimaan lain dan transfer sebesar 13 persen,
4. Buruh pertanian sebesar 12 persen, dan
5. Buruh di luar pertanian sebesar 7 persen
 
Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Informasi Statistik Bulan Pebruari 2015 : Perempuan Lebih panjang Umur Daripada Laki-laki

Angka Harapan Hidup (AMH) pada waktu lahir merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Angka harapan hidup merupakan salah satu komponen yang dihitung dalam penghitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
- Angka harapan hidup perempuan tahun 2014 adalah 72,6 tahun
- Angka harapan hidup laki-laki tahun 2014 adalah 68,7 tahun
 
Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Informasi Statistik Bulan Januari 2015 : Data Sebagai Landasan Pembangunan Yang Kokoh

BPS melakukan tiga jenis kegiatan yaitu sensus, survei, dan kompilasi administrasi untuk menghasilkan data dasar sebagai landasan pengambilan kebijakan pembangunan nasional.
Beberapa data penting adalah sebagai berikut :
- Inflasi Oktober 2014 sebesar 0,47 persen
- Defisit perdagangan luar negeri Indonesia pada Bulan September 2014 sebesar 270 juta Dollar Amerika
- Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan III tahun 2014 sebesar 5,01 persen
- Pada tahun 2013 di Indonesia sebagian besar rumah tangga pertanian adalah mengusahakan pertanian pada subsektor tanaman pangan (padi/palawija) yaitu sebanyak 17,73 juta rumah tangga
- Persentase penduduk miskin di Indonesia sebesar 11,25 persen
- Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia sebesar 5,94 persen

Sumber : BPS

Posting by Mohammad Nurdin

Senin, 22 Desember 2014

Data Strategis BPS Kabupaten Brebes : Pertumbuhan Ekonomi 2013

Pertumbuhan ekonomi menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dan dalam selang waktu tertentu. Produksi tersebut diukur dalam nilai tambah (value added) yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi di wilayah bersangkutan yang secara total dikenal sebagai Produk Domestik Bruto (PDB) untuk wilayah nasional atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk wilayah regional (provinsi/kabupaten/kota). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi adalah sama dengan pertumbuhan PDB/PDRB. Apabila “diibaratkan” kue, PDB/PDRB adalah besarnya kue tersebut. Pertumbuhan ekonomi sama dengan membesarnya “kue” tersebut yang pengukurannya merupakan persentase pertambahan PDB/PDRB pada tahun tertentu terhadap PDB/PDRB tahun sebelumnya .

Keadaan Geografi dan Iklim Kecamatan Songgom Tahun 2013

Kecamatan Songgom adalah merupakan pecahan dari Kecamatan Jatibarang. Tepatnya pada tahun 1992 dengan alasan Kecamatan Jatibarang terlalu banyak dalam mencakup wilayah administratifnya yaitu mencapai 30 desa, maka pada tahun tersebut terjadilah pemekaran kecamatan sesuai PP No. 16 Tahun 1992.
Batas-batas wilayah Kecamatan Songgom meliputi, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Jatibarang, sebelah selatan Kabupaten Tegal, sebelah barat Kecamatan Larangan dan sebelah timur Kabupaten Tegal.
Luas wilayah Kecamatan Songgom seluruhnya sebesar 4.903 ha yang terdiri atas luas lahan sawah sebesar 3.669,26 ha dan luas lahan bukan sawah sebesar 1.233,74 ha. Dengan luas wilayah 8.096,19 hektar, terbagi menjadi lahan sawah sebesar 3.540,40 hektar (43,73 persen) dan lahan bukan sawah sebesar 4.555,79 hektar (56,27 persen). Lahan sawah merupakan sawah berpengairan 87,01 persen dan sisanya 12,99 persen merupakan lahan sawah tadah hujan.