Wahb bin Munnabih adalah salah satu alim besar di zamannya. Lahir di masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiyallahu anhu. Dengan begitu, ia termasuk generasi tabi’in. Kelebihannya adalah kemampuannya dalam menganalisis kitab-kitab suci Ahlul Kitab. Dia sendiri pernah mengatakan, ‘Aku sudah membaca 30 kitab yang turun kepada 30 Nabi’. Ia juga terkenal dengan koleksi kisahnya tentang lika-liku hidup kaum Israil. Selama 40 tahun, Wahb tidak pernah mencaci angin (karena memang ada larangan dari Rasul untuk mencaci angin). Selama 20 tahun, ia melakukan shalat Isya dan Shubuh dengan satu kali wudhu’. Sewaktu melaksanakan haji pada tahun 100 H, ia didatangi para ahli fiqh terkemuka saat itu, di antaranya adalah Atho’ dan Hasan al-Bashri.