Cari Blog Ini

Kamis, 24 September 2015

Tragedi Mina, Filosofi di Balik Lempar Jumrah

Oleh : Umi Kalsum

Musibah kembali terjadi dalam pelaksanaan haji 1436 Hijriyah. Tragedi Mina yang menewaskan ratusan jemaah haji kembali terulang. Sebanyak 717 orang meninggal dunia dan lebih dari 800 orang terluka. Mereka terdesak, terdorong dan terinjak saat hendak menjalankan ritual melempar jumrah di Jamarat.

Lempar jumrah dimulai dengan jumrah aqabah yang dilaksanakan 10 Dzulhijah 1436 Hijriyah atau 24 September 2015. Kebanyakan jemaah mengejar waktu afdol saat dhuha. Kondisi inilah yang membuat situasi menjadi chaos.

Senin, 21 September 2015

Kisah Tiga Roti dan Tiga Batu Emas

Wahb bin Munnabih adalah salah satu alim besar di zamannya. Lahir di masa pemerintahan Utsman bin Affan radhiyallahu anhu. Dengan begitu, ia termasuk generasi tabi’in. Kelebihannya adalah kemampuannya dalam menganalisis kitab-kitab suci Ahlul Kitab. Dia sendiri pernah mengatakan, ‘Aku sudah membaca 30 kitab yang turun kepada 30 Nabi’. Ia juga terkenal dengan koleksi kisahnya tentang lika-liku hidup kaum Israil.  Selama 40 tahun, Wahb tidak pernah mencaci angin (karena memang ada larangan dari Rasul untuk mencaci angin). Selama 20 tahun, ia melakukan shalat Isya dan Shubuh dengan satu kali wudhu’. Sewaktu melaksanakan haji pada tahun 100 H, ia didatangi para ahli fiqh terkemuka saat itu, di antaranya adalah Atho’ dan Hasan al-Bashri.


Ujian Dunia

Perihal dunia sering kita berebutan ibarat serigala lapar. Belum lama di tempat kerja saya, di mana sang komandan, Kepala kurang berperan maka peran dilakukan oleh para pengawas. Saya salah satunya. Ada kegiatan besar yang seharusnya melibatkan seluruh unsur pimpinan namun satu pengawas pemilik kegiatan memborong semua kegiatan. Konsekuensinya dana pun terserat ke seksi itu dan sedikit ke yang lain. Lalu apa yang saya rasakan dan beberapa teman yang lain adalah ungkapan kata "Kemaruk! (artinya serakah)".

Minggu, 20 September 2015

Fiqh Islam : Puasa Terus-menerus

Berpuasa terus-menerus sepanjang masa, termasuk dua hari raya, dan hari Tasyriq, hukumnya Haram. Kalau tidak termasuk dua hari raya dan hari Tasyriq hukumnya Makruh.

Sabda Rasulullah SAW :
"Bahwasanya Tuhanmu mempunyai hak atasmu, yang wajib engkau bayar, begitu juga dirimu dan keluargamu, semua mempunyai hak yang wajib engkau bayar. Maka dari itu, hendaklah engkau berpuasa (sewaktu-waktu), dan berbuka (sewaktu-waktu), berjaga malam (sewaktu-waktu), dan tidur (di waktu yang lain). Dekatkanlah keluargamu, dan berilah hak mereka satu per satu." (Riwayat Bukhari)

Sumber : H. Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, Cetakan ke-40, Bandung, Sinar Baru Algensindo, 2007

Posting by Mohammad Nurdin

Fiqh Islam : Puasa Sunah

Puasa yang disunahkan itu ada 6 (enam) yaitu :
1. Puasa enam hari di Bulan Syawal

Dari Abu Ayyub, Rasulullah SAW telah berkata : "Barang siapa puasa dalam Bulan Ramadhan, kemudian ia puasa pula pada enam hari dalam bulan Syawal, adalah seperti ia puasa sepanjang masa."(Riwayat Muslim)

2. Puasa Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijah), kecuali orang yang sedang mengerjakan ibadah haji, maka puasa ini tidak disunahkan atasnya.

Dari Abu Qatadah, Nabi SAW telah berkata, "Puasa Hari Arafah itu menghapus dosa dua tahun. Satu tahun yang telah lalu, dan satu tahun yang akan datang," (Riwayat Muslim)


Jumat, 18 September 2015

Nashaihul Ibad : Empat Perkara Baik dan Yang Lebih Baik

Sebagian ahli bijak berkata : "Ada empat perkara yang nilainya  baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya  jauh lebih baik, yaitu :
1. Adanya rasa malu pada kaum lelaki adalah baik, namun yang lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum wanita.
2. Adil pada setiap orang itu baik, namun rasa keadilan yang dimiliki oleh pemerintah itu jauh lebih baik lagi.
3. Tobatnya kakek-kakek itu baik , namun yang lebih baik lagi  adalah tobatnya kaum muda.
4. Bermurah hatinya kaum kaya itu baik, namun yang lebih baik lagi adalah bermurah hatinya kaum fakir miskin."

Keterangan : Nama asli penulis adalah Muhammad Nawawi bin 'Umar Al-Jawi dan dikenal sebagai Muhammad Nawawi Al-Bantani
Syarh Al-Munabbihaat 'Alal Isti'daad Li Yaumil Ma'aad karya Ibnu Hajar Al-Asqalani

Sumber : Imam Nawawi Al-Bantani, Nashaihul Ibad : Nasihat-nasihat Untuk Para Hamba Menjadi Santun dan Bijak, Irsyad Baitus Salam, Bandung, 2005

Posting by Mohammad Nurdin

Selasa, 15 September 2015

Sekilas Mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Metode Baru

Konsep Pembangunan Manusia
1. Manusia adalah kekayaan bangsa yang sesungguhnya. Pembangunan manusia menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan, bukan alat dari pembangunan.
2. Tujuan utama pembangunan adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif (United Nation Development Progamme-UNDP).
3. Pembangunan manusia dide􀀨nisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (a process of enlarging people's choices).



IPM : Alat Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah

Oleh : Siti Nurdjannah S,St

Senin pertama di bulan ini, 7 September 2015 BPS kedatangan tamu Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) seluruh Indonesia. Kedatangan mereka tentu ada agenda khusus, yakni menghadiri acara sosialisasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Metode Baru. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BPS, Suryamin.
Dijelaskan Suryamin, bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pusat Statistik (BPS), United Nations Development Programme (UNDP), dan Bappenas dalam rangka memperkuat percepatan pelaksanaan MDGs (kini masuk SDGs, Sustainable Development Goals) di Indonesia. Selain Kepala Bappeda, nampak hadir pula seluruh Kepala BPS Provinsi, perwakilan UNDP, serta undangan dari kementerian/lembaga serta akademisi.